1. Apakah Coronavirus serta COVID-19 itu?
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang membuat penyakit pada orang serta binatang. Pada orang kebanyakan membuat penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu lazim sampai penyakit yang sungguh-sungguh serupa Middle East Respiratory Syndrome (MERS) serta Sindrom Pernafasan berat Berat atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus tipe anyar yang ditemui pada orang dari insiden luar lazim tampak di Wuhan china, pada Desember 2019, setelah itu dikasih julukan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), serta membuat penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

2. Apakah COVID-19 serupa serupa SARS?
COVID-19 diakibatkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang serupa atas faktor SARS pada tahun 2003, cuma berlainan tipe virusnya. indikasinya mendekati atas SARS, akan tetapi nilai kematian SARS (9, 6 %) lebih tinggi dibandingkan COVID-19 (minim dari 5%), meskipun besaran masalah COVID-19 jauh lebih melimpah dibandingkan SARS. COVID-19 pula ada pemencaran yang lebih besar serta lekas ke sebagian negara dibandingkan SARS.

3. Apa aja indikasi COVID-19?
indikasi biasa berwujud meriang ≥380C, batu berdahak kering, serta ketang napas. bila terdapat orang yang dalam 14 hari sebelum tampak indikasi itu sempat melaksanakan ekspedisi ke negara dihinggapi, ataupun sempat memelihara atau komunikasi akrab atas pengidap COVID-19, sehingga akan orang itu bakal dijalani kontrol makmal lebih lanjut buat membenarkan diagnosisnya. Daftar negara dihinggapi bisa dipantau dengan http: atau atau infeksiemerging. kemkes. go. id.

4. Seberapa bahayanya COVID-19 ini?
serupa penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 bisa membuat indikasi enteng termasuk influenza, sakit tenggorokan, batu berdahak, serta meriang. sekeliling 80% masalah bisa membaik tanpa harus pemeliharaan eksklusif. sekeliling 1 dari tiap 6 orang boleh jadi bakal menderita sakit yang akut, serupa disertai radang paru-paru ataupun kesukaran bernafas, yang kebanyakan tampak dengan cara berjenjang. meskipun nilai kematian penyakit ini lagi kecil (sekeliling 3%), akan tetapi buat orang yang berumur lanjut, serta banyak orang atas hal kedokteran yang telah terdapat sebelumnya (serupa diabetes, titik berat darah tinggi serta penyakit jantung), mereka kebanyakan lebih rentan buat jadi sakit akut. memandang kemajuan sampai ketika ini, lebih dari 50% masalah afirmasi sudah diklaim pulih, serta nilai kepulihan bakal lalu melambung.

5. gimana orang dapat terkena COVID-19?
seorang bisa terkena dari pengidap COVID-19. Penyakit ini bisa menabur dengan tetes minim (droplet) dari hidung ataupun mulut pada ketika batu berdahak ataupun bangkis. Droplet itu setelah itu jatuh pada barang di sekelilingnya. setelah itu bila terdapat orang lain mengenai barang yang telah meradang atas droplet itu, kemudian orang itu mengenai mata, hidung ataupun mulut (segitiga muka), sehingga orang itu bisa terkena COVID19. ataupun dapat pula seorang terkena COVID-19 kala tanpa berencana menghirup droplet dari pengidap. Inilah penyebabnya kenapa anda pokok buat melindungi jarak sampai minim lebih satu m dari orang yang sakit. hingga ketika ini, para pakar lagi lalu melaksanakan pelacakan buat memastikan pangkal virus, tipe pemaparan definisi, serta aturan penularannya. konsisten memonitor pangkal informasi yang cermat serta aci hal kemajuan penyakit ini.

6. Apakah COVID-19 bisa ditularkan dari orang yang enggak bergejala sakit?
aturan penjangkitan penting penyakit ini ialah dengan tetes minim (droplet) yang dikeluarkan pada ketika seorang batu berdahak ataupun bangkis. ketika ini WHO membandingkan kalau resiko penjangkitan dari seorang yang enggak bergejala COVID19 serupa sekali amat minim kemungkinannya. akan tetapi, melimpah orang yang teridentifikasi COVID-19 cuma mendapati indikasi enteng serupa batu berdahak enteng, ataupun enggak memprotes sakit, yang boleh jadi berlangsung pada langkah dahulu penyakit. hingga ketika ini, para pakar lagi lalu melaksanakan pelacakan buat memastikan rentang waktu penjangkitan ataupun era inkubasi COVID-19. konsisten memonitor pangkal informasi yang cermat serta aci hal kemajuan penyakit ini.

7. Apakah virus faktor COVID-19 bisa ditularkan dengan udara?
enggak. sampai ketika ini riset menuturkan kalau virus faktor COVID-19 ditularkan dengan komunikasi atas tetes minim (droplet) dari saluran pernapasan.

8. Bisakah orang terkena COVID-19 dari binatang?
COVID-19 diakibatkan oleh salah satu tipe virus dari keluarga besar Coronavirus, yang biasanya ditemui pada binatang. hingga ketika ini pangkal binatang penular COVID-19 belum dikenal, para pakar lalu menafahus bermacam kelihatannya tipe binatang penularnya.

9. Bisakah binatang piaraan mengedarkan COVID-19?
ketika ini, belum ditemui data kalau binatang piaraan serupa anjing ataupun kucing bisa terkena virus COVID-19. akan tetapi, bakal jauh lebih bagus buat senantiasa membasuh tangan atas sabun batangan serta air sehabis komunikasi atas binatang piaraan. rutinitas ini bisa mencegah Bapak-Ibu akan bermacam kuman biasa serupa E. anak baju serta Salmonella yang bisa beralih antara binatang piaraan serta orang.